Ajaran pertama dimulai bagi anak SMU. Disana-sini terlihat
banyak murid yang sedang mengobrol dengan teman lainnya, ada juga yang hanya
berdiri diam karna tidak ada orang yang ia kenal dan menanti dimana kelas yang
akan dimasukinya, termasuk aku yang hanya melihat orang sekitar yang rame karna
gossip yang gak tau arahnya.
Saat bel masuk sekolah berbunyi, penderitaanku masih
berlanjut karna kami sebagai murid baru masih harus upacara, dan sampe saat ini
kami belum tau kelas mana yang kami tempati nantinya. Saat ini, Tuhan lagi
sayang kepada kami semua, Ia memberikan cahayanya yang terik kepada kami, agar
kami bisa menikmati sinarNya pagi ini. Tapi tidak bagiku, karna aku tak punya
orang yang kukenal saat ini, maka aku hanya bisa mengeluh kesah didalam hati
karna upacara perdana yang dilakukan saat ini sangat lama berlangsung.
Setelah kira-kira satu jam upacara bendera dilaksanakan,
berlegalah kami sebagai siswa baru karna bisa sedikit bersantai. Tak lama
setelah itu, nama pembagian kelas telah diumumkan. Yeah, saat itu aku begitu
lega akhirnya namaku keluar juga dikelas X5, yaah disana tertera dengan besar
nama SARAH, yap itu namaku. Hanya Sarah! Setelah itu, adanya pengumuman dari
guru bahwa yang namanya sudah tertera agar bisa memasuki kelasnya masing-masing.
Yah, aku duduk dibangku tengah hanya sendirian, lalu datanglah seorang anak
baru lainnya yang ingin duduk disampingku, dan kami mulai berkenalan. Tak lama
kemudian datanglah seorang guru, yang nantinya akan menjadi wali kelas kami,
saat itu perkenalan dimulai. Setelah itu semua berakhir, kelas begitu ramai
karna kenalan tersebut.
Yaah saat itu aku tidak begitu tertarik dengan mereka semua,
apalagi ini bukanlah sekolah yang aku idamankan, dan aku hanyalah sebagian
orang yang terjebak di tes online pada ajaran baru tahun ini. Rasanya aku
pingin pindah dari sekolah ini, tapi karna memikirkan orang tua jadinya aku
tetap berada disekolah ini.
Setelah berbulan-bulan aku sekolah disini, belajar disini,
berteman disini, semuanya flat, serba biasa aja. Disinilah kisah cintaku
berlangsung, saat itu seorang guru bahasa inggris merolling tempat duduk kami,
yaah guru itu memang punya niat baik kepada kami, agar bisa membantu temannya
yang tidak bisa berbahasa inggris, salah satunya aku. Saat itu ia menduduki aku
pada seorang cowok, saat itu sih biasa aja, tapi ntah karna aku jarang dekat
dengan cowok lain, aku merasa srek dengannya, sebut aja Eki. Perasaan ini
timbul begitu saja, seperti tamu tak diundang, dan tak kuharapkan
kedatangannya. Awalnya aku menahan rasa ini seorang diri karna aku malu utk
mengatakannya kepada yang lain, apalagi aku menyukai orang yang berbeda
keyakinan. Mulanya aku curhat ini kepada teman SMP ku dulu, ia sangat kaget
saat itu, mengapa tidak? Karna aku dulunya alumni sekolah Islam. Bayangkan
saja, ilmu yang diajarkan kepadaku agar dilarang pacaran, tidak mendekati
laki-laki lainnya karna tidak muhrim dan ajaran islam lainnya. Ini? Malah
menyukai orang yang berbeda keyakinan, rasanya gak masuk akal. Yaah, semuanya
memiliki persepsi yang berbeda, tapi inilah cinta.
Dan aku juga mulai menceritakan ini kepada teman baruku, yah
bisa dibilang sahabat baruku, Dya. Sama seperti teman smp ku, ia begitu kaget,
speechless begitu mendengar ceritaku, tapi ia diam sejenak utk berpikir. Lalu
ia mengatakan “apa salahnya kamu coba, Sar? Toh ini masih pacaran. Jangan
terlalu diambil pusinglah” setelah ia mengatakan seperti itu, hatiku mulai
tenang, berarti ia menyupport aku. Bulan demi bulan berlalu, sepertinya ia tak
menyadari kalau selama ini ia telah menjadi sorotan dimataku. Temenku
bertingkah seolah tak tau, padahal ia mungkin kasihan kepadaku, karna aku hanya
mencintainya sebagaimana layaknya fans mengidolakan idolanya. Enggak tau
mulainya darimana, kami mulai berkomunikasi melalui telpon seluler kami masing-masing.
Ketika itu aku merasa senang, karna bisa dekat dengannya. Temanku mulai lega
dengan keadaanku yang sekarang. Yaah sampe saat ini aku tidak mengetahui kalau
dia bener suka sama aku atau enggak. Beberapa lama setelah itu, temenku yang
lain mengatakan bahwa ia juga menyukaiku. Saat itu aku merasa senang, ingin
rasanya aku berteriak saat itu juga. Namun tak lama kemudian, kami lost
contact, aku merasa gengsi saat itu masa aku terus yg mendekatinya. Akhirnya
aku diam, dan dia pun hanya diam tak merespon. Aku kecewa! Akhirnya aku lagi
yang mulai mendekatinya, seperti itulah kejadian ini berlangsung hingga
berbulan-bulan, dan aku merasa kalau aku digantung saat itu. Akhirnya aku tidak
mau memulai komunikasi itu duluan, aku ingin dia punya inisiatif saat itu. Cukup
lama kami lost contact. Dan temanku terus menyupport aku. Mem back up aku agar
aku gak down saat ini. Maklum aja, sampe saat ini aku belum pernah pacaran.
Akhinya dia mulai mengirim sms kepada ku berupa curahan hatinya berupa
kata-kata maupun lagu, begitupun aku. Ntah kenapa rasa sakit hati ini muncul,
apalagi karna dia tak kunjung menembakku, dan aku merasa dip hp in.
Saat kenaikan kelas berlangsung, yang artinya aku duduk
dikelas 2. Saat itu aku masih terus mengidolakannya,memperjuangkan cintaku
padanya. Tapi lama-lama temanku yang lain pada kasihan, karna aku terus-terusan
nangis karna hal yang bisa dibilang gak penting ini. Mereka sibuk nyombalangin
aku dengan adek kelas, dan aku juga mengetahui adek itu karna ia juga adek
kelas aku saat SD dan SMP. Yaah bagiku, apa salahnya juga utk dicoba,
itung-itung move on dari Eki yang telah menggantungkan perasaanku. Tak kusangka
adek itu begitu jantan bagiku, ia menembakku didepan temanku yang lainnya,
seusai kami les. Ia menungguku sambil bermain basket, ia ingin menembakku
dengan trik sulapnya, namun tak jadi karna aku tak bisa lama-lama. Setelah
kejadian penembakan itu berlangsung, aku pergi bersama temen lainnya utk
mengunjungi temenku yang sedang sakit, saat itu pas sekali ada Eki, waktunya
utk memanaskan dia, karna ia begitu jahat kepadaku, karna telah lama
membiarkanku begitu saja.
Di awal hubungan, adek itu begitu garing bagiku, gak ada
yang menarik, lagipula aku nerima cintanya juga karna sebagai pelampiasan bukan
karna benar-benar cinta. Saat itu kuakui aku belum bisa move on dari Eki. Tapi
ntah apa yang adek itu rasuki kepadaku, hingga aku bisa menyayanginya. Namun
itu semua tak berlangsung lama, akhirnya aku putus dengan Timur, namanya. Timur
ingin putus karna beberapa hal, yaitu ekskulnya rohis tidak mengizinkannya utk
pacaran dan ia tertangkap berpacaran sama orang tuanya karna membaca sms kami,
karna orang tuanya belum mengizinkan itu. Yaah aku paham itu semua, akhirnya
kami sepakat hanya sebagai kakak dan adek lainnya. Saat itu aku sudah bisa
menyayangi Timur, apalagi Timur begitu rajin menyuruhku shalat 5 waktu, ini
juga terjadi setelah kami putus.......