Senin, 26 November 2012

cinta tapi beda (part 1)


Ajaran pertama dimulai bagi anak SMU. Disana-sini terlihat banyak murid yang sedang mengobrol dengan teman lainnya, ada juga yang hanya berdiri diam karna tidak ada orang yang ia kenal dan menanti dimana kelas yang akan dimasukinya, termasuk aku yang hanya melihat orang sekitar yang rame karna gossip yang gak tau arahnya.
Saat bel masuk sekolah berbunyi, penderitaanku masih berlanjut karna kami sebagai murid baru masih harus upacara, dan sampe saat ini kami belum tau kelas mana yang kami tempati nantinya. Saat ini, Tuhan lagi sayang kepada kami semua, Ia memberikan cahayanya yang terik kepada kami, agar kami bisa menikmati sinarNya pagi ini. Tapi tidak bagiku, karna aku tak punya orang yang kukenal saat ini, maka aku hanya bisa mengeluh kesah didalam hati karna upacara perdana yang dilakukan saat ini sangat lama berlangsung.
Setelah kira-kira satu jam upacara bendera dilaksanakan, berlegalah kami sebagai siswa baru karna bisa sedikit bersantai. Tak lama setelah itu, nama pembagian kelas telah diumumkan. Yeah, saat itu aku begitu lega akhirnya namaku keluar juga dikelas X5, yaah disana tertera dengan besar nama SARAH, yap itu namaku. Hanya Sarah! Setelah itu, adanya pengumuman dari guru bahwa yang namanya sudah tertera agar bisa memasuki kelasnya masing-masing. Yah, aku duduk dibangku tengah hanya sendirian, lalu datanglah seorang anak baru lainnya yang ingin duduk disampingku, dan kami mulai berkenalan. Tak lama kemudian datanglah seorang guru, yang nantinya akan menjadi wali kelas kami, saat itu perkenalan dimulai. Setelah itu semua berakhir, kelas begitu ramai karna kenalan tersebut.
Yaah saat itu aku tidak begitu tertarik dengan mereka semua, apalagi ini bukanlah sekolah yang aku idamankan, dan aku hanyalah sebagian orang yang terjebak di tes online pada ajaran baru tahun ini. Rasanya aku pingin pindah dari sekolah ini, tapi karna memikirkan orang tua jadinya aku tetap berada disekolah ini.
Setelah berbulan-bulan aku sekolah disini, belajar disini, berteman disini, semuanya flat, serba biasa aja. Disinilah kisah cintaku berlangsung, saat itu seorang guru bahasa inggris merolling tempat duduk kami, yaah guru itu memang punya niat baik kepada kami, agar bisa membantu temannya yang tidak bisa berbahasa inggris, salah satunya aku. Saat itu ia menduduki aku pada seorang cowok, saat itu sih biasa aja, tapi ntah karna aku jarang dekat dengan cowok lain, aku merasa srek dengannya, sebut aja Eki. Perasaan ini timbul begitu saja, seperti tamu tak diundang, dan tak kuharapkan kedatangannya. Awalnya aku menahan rasa ini seorang diri karna aku malu utk mengatakannya kepada yang lain, apalagi aku menyukai orang yang berbeda keyakinan. Mulanya aku curhat ini kepada teman SMP ku dulu, ia sangat kaget saat itu, mengapa tidak? Karna aku dulunya alumni sekolah Islam. Bayangkan saja, ilmu yang diajarkan kepadaku agar dilarang pacaran, tidak mendekati laki-laki lainnya karna tidak muhrim dan ajaran islam lainnya. Ini? Malah menyukai orang yang berbeda keyakinan, rasanya gak masuk akal. Yaah, semuanya memiliki persepsi yang berbeda, tapi inilah cinta.
Dan aku juga mulai menceritakan ini kepada teman baruku, yah bisa dibilang sahabat baruku, Dya. Sama seperti teman smp ku, ia begitu kaget, speechless begitu mendengar ceritaku, tapi ia diam sejenak utk berpikir. Lalu ia mengatakan “apa salahnya kamu coba, Sar? Toh ini masih pacaran. Jangan terlalu diambil pusinglah” setelah ia mengatakan seperti itu, hatiku mulai tenang, berarti ia menyupport aku. Bulan demi bulan berlalu, sepertinya ia tak menyadari kalau selama ini ia telah menjadi sorotan dimataku. Temenku bertingkah seolah tak tau, padahal ia mungkin kasihan kepadaku, karna aku hanya mencintainya sebagaimana layaknya fans mengidolakan idolanya. Enggak tau mulainya darimana, kami mulai berkomunikasi melalui telpon seluler kami masing-masing. Ketika itu aku merasa senang, karna bisa dekat dengannya. Temanku mulai lega dengan keadaanku yang sekarang. Yaah sampe saat ini aku tidak mengetahui kalau dia bener suka sama aku atau enggak. Beberapa lama setelah itu, temenku yang lain mengatakan bahwa ia juga menyukaiku. Saat itu aku merasa senang, ingin rasanya aku berteriak saat itu juga. Namun tak lama kemudian, kami lost contact, aku merasa gengsi saat itu masa aku terus yg mendekatinya. Akhirnya aku diam, dan dia pun hanya diam tak merespon. Aku kecewa! Akhirnya aku lagi yang mulai mendekatinya, seperti itulah kejadian ini berlangsung hingga berbulan-bulan, dan aku merasa kalau aku digantung saat itu. Akhirnya aku tidak mau memulai komunikasi itu duluan, aku ingin dia punya inisiatif saat itu. Cukup lama kami lost contact. Dan temanku terus menyupport aku. Mem back up aku agar aku gak down saat ini. Maklum aja, sampe saat ini aku belum pernah pacaran. Akhinya dia mulai mengirim sms kepada ku berupa curahan hatinya berupa kata-kata maupun lagu, begitupun aku. Ntah kenapa rasa sakit hati ini muncul, apalagi karna dia tak kunjung menembakku, dan aku merasa dip hp in.
Saat kenaikan kelas berlangsung, yang artinya aku duduk dikelas 2. Saat itu aku masih terus mengidolakannya,memperjuangkan cintaku padanya. Tapi lama-lama temanku yang lain pada kasihan, karna aku terus-terusan nangis karna hal yang bisa dibilang gak penting ini. Mereka sibuk nyombalangin aku dengan adek kelas, dan aku juga mengetahui adek itu karna ia juga adek kelas aku saat SD dan SMP. Yaah bagiku, apa salahnya juga utk dicoba, itung-itung move on dari Eki yang telah menggantungkan perasaanku. Tak kusangka adek itu begitu jantan bagiku, ia menembakku didepan temanku yang lainnya, seusai kami les. Ia menungguku sambil bermain basket, ia ingin menembakku dengan trik sulapnya, namun tak jadi karna aku tak bisa lama-lama. Setelah kejadian penembakan itu berlangsung, aku pergi bersama temen lainnya utk mengunjungi temenku yang sedang sakit, saat itu pas sekali ada Eki, waktunya utk memanaskan dia, karna ia begitu jahat kepadaku, karna telah lama membiarkanku begitu saja.
Di awal hubungan, adek itu begitu garing bagiku, gak ada yang menarik, lagipula aku nerima cintanya juga karna sebagai pelampiasan bukan karna benar-benar cinta. Saat itu kuakui aku belum bisa move on dari Eki. Tapi ntah apa yang adek itu rasuki kepadaku, hingga aku bisa menyayanginya. Namun itu semua tak berlangsung lama, akhirnya aku putus dengan Timur, namanya. Timur ingin putus karna beberapa hal, yaitu ekskulnya rohis tidak mengizinkannya utk pacaran dan ia tertangkap berpacaran sama orang tuanya karna membaca sms kami, karna orang tuanya belum mengizinkan itu. Yaah aku paham itu semua, akhirnya kami sepakat hanya sebagai kakak dan adek lainnya. Saat itu aku sudah bisa menyayangi Timur, apalagi Timur begitu rajin menyuruhku shalat 5 waktu, ini juga terjadi setelah kami putus.......
Read More >>

Jumat, 03 Februari 2012

no name

hari ini awalnya kukira akan menyenangkan. yaah, karna aku sendiri aja dirumah, tepatnya berdua aja sama abang dirumah. karna mama sama papa sedang pergi liburan ke jakarta, mungkin sekalian liat keluarga papa dijakarta. kan sekalian silahturahmi ceritanya. ternyata hari ni sungguh membosankan sekali. dirumah sendiri, temen gak ada, temen sms apalagi -______- aduuuuh
yaapz, apalagi hari ni hujan, lengkap sudah. bagi yang berpacaran, sekarang ini mereka lakukan untuk mojok, so romantic :$ pasti abang aku lagi jalan sama ceweknya #envy . bagi yang LDR mgkn sedang asik nelpon dan skype an bareng ceweknya, asiiiiknyaaaa. kalau yang jomblo ? yaah, mgkn lebih enaknya tiduran aja dikasur, berselimut ria, apalagi gak ada ortu, yaah kalau suntuk paling nonton tv, main games di laptop, online, makan, beresin rumah dan kembali ke kasur:D
wadduuuuuuhhhh, saya bosan sekali dirumah. mau ngajak jalan orang tapi hari hujan, serba salah deh. minimal ada sms laah. ini dari tadi kupantengin hape, eh malah gak ada yang sms #ngarep minimal nanya "lagi apa dek ?" jadilaah. ini beeeh, nampak kali jomblo ngenesnya:D tapi gapapalah, gak usah ngarep terlalu lebih;)
sebenarnya sekarang aku lagi galau, yaah seperti anak muda lainnya. sebenarnya aku juga gak tau pasti arti dari galau itu sendiri. tapi yaah, dengeer cerita dari yang lain ttg pacar atau mantan atau gebetannya baru aku tau mksdnya. udahlah saya lagi malas bergalau, enakkan berhepi ajaah, hihihi.
si papa tadi nelpon "dek, papa ntar sore mau ke bandung ?" terus kenapa dibilang ? apa hubungannya ? kalau papa bilang kebandung terus dedek nyusul okelah kan, ini cuma informasi ajaa. dikiranya gue satpam apa, lapor 1x24 jam, ckckckckc. terus aku minta oleh2, eeh si papa malah ngeles bilang gini "oleh2nya cerita ajaa" ya elaah, ngapain juga diceritain, kayak gak pernah ke bandung ajaa. papa nitip beli baju FO, disana kan kalau baju bagus2.
mau ngetik apalagi ini ? saya terlalu bosan untuk mengetik dan menulis, sejujurnya saya tak seorang penulis handal seperti raditya dika atau siapalaah. sekarang ini saya cuman sedang suntuk, bosan, dan lain-lain. saya lagi mau smsan sama orang, tapi tak ada seorang pun yang sms sayaa. kalian begitu tega padaku temaaaan:"( #lebay
yaudahdeh, agaknya ceritanya terlalu gak nyambung, dan saya juga malas. dan aku takut kalau internetnya bayar mahal. kan kasian papa kalau mahal. nyusahin aja:p
Read More >>

Jumat, 27 Januari 2012

Be Strong Dad, WE LOVE YOU:*

26 Januari 2012, sekitar pukul 08.50pm, kulihat papa sendirian aja dikamar, tidak seperti biasanya ia tiba-tiba duduk lemas diatas kasur, aku takut kenapa-kenapa sama papa. Inisiatif kuusap punggungnya. Kutanya “kenapa pa ? sakit ? udah minum obatnya ?” lalu papa bilang “udah, kayaknya papa kebanyakan makan” nadanya dataar aja. Itu semakin membuat aku takut. Padahal besoknya ia harus pergi ke Jakarta untuk membawa rombongan. Terus aku bilang “jangan banyak makan lagi. Ntar tambah sakit. Besok jaga makanan yaa” papa diam ajaa. Sepertinya papa mau shalat, tapi tidak jadi berhubung badannya lagi lemes, terus aku Tanya lagi “pa, udah shalat ?” dan ternyata ia memang belum shalat, terus kubilang gini “mau shalat berdiri atau duduk ? duduk aja yaa, dedek ambilin tikar sembahyang yang kecil” papapun mengganggukkan kepalanya berkata iyaa. Kulihat papa shalat. Dan saat itu terbayanglah aku semua yang terjadi pada bulan Juli akhir 2011 yang cukup membuat keluarga sangat sangat cemas
Siang itu aku ingat sekali, tepatnya hari sabtu.  aku lagi nntn di tv, tiba-tiba papa keluar dari kamar, seperti meringis kesakitan “dek, usap-usap punggung papa. Panas kali punggungnya” aku sih nurut aja, aku ketawa pas papa minta begituan, tiba-tiba lagi, jarang banget papa minta begituan. Tapi ntah kenapa, badannya kok lasak. Lalu aku nelpon tukang urut, biar urutin papa, aku sih mikir awalnya cuma masuk angin. Setelah diurut, papa agak tenangan. Kata orang sih angin duduk. Terus sorenya dibawa ke rumah sakit santa maria. Aku sih nggak ikutan, aku takut. Ternyata Cuma ambil obat ajaa. Awalnya dokter nyuruh inap, tapi si papa gak mau. Terus pas dirumah, mama bilang “kata dokter ini jantung kalau dalam dunia medis, kalau kita bilang angin duduk. Tadi disuruh inap sama dokter ga mau” ya allah jantung ! aku kaget. Aku ingat cerita adjie massaid, kan setelah main futsal ia tiba-tiba meninggal, setelah di rontgen ternyata dia jantung. Jantung ni harus ditanggapi cepat, karna ini bukan penyakit biasa. Paginya sekitar jam 4 subuh, setelah papa shalat tahajjud. Papa ngeluh sakit lagi, dan mau gak mau harus inap dirumah sakit saat itu juga. Kalau gak salah, sekitar 10 hari papa nginap di santa maria, satu hari kalau gak salah harus 6x suntik diperut, pagi 2 kali, siang 2 kali, malam 3 kali. Ya allah, itu pasti sakit banget. Aku tau, apalagi seumur idup papa gak pernah inap dirumah sakit. Be strong pa:*
Akhirnya setelah 10 hari nginap di rs dan hanya berada diruang HCU berhubung tidak ada room yang kosong. Akhirnya mama minta untuk pulang sama dokter. Dokter awalnya gak mau, tapi yaudah asal obat tetep diminum. 3 hari setelah pulang dari santa maria, mama gelisah, kok badannya gak sembuh sembuh, malah makin lemas. Khawatir, mama aku langsung mesen tiket ke malaka. Malam sebelum pergi ke malaka, mama nanya “Dedek sayang papa atau mama ?” aku gak bisa jawab,aku hanya terdiam membisu. Pergi aku kekamar, lalu nangis terisak-isak. Mama tau kalau aku nangis, ia datang ke kamar untuk hibur aku “dedek nangis ? sabar yaa, doain aja papa cepet sembuh. Insya allah papa sembuh kok” aku tau sebenarnya hati mama juga nangis. Pas mama ngomong gitu, matanya juga agak sembab. Esoknya mama sama papa pergi ke malaka. Saat itu, mereka masih contact-an sama aku. Pas hari papa operasi, aku udah nunggu kabar kabar tentang papa. Aku disini Cuma bisa mendoakannya aja. Tapi gak ada yang nelfon sama sekali. Termasuk mama. Aku udah lost contact hari itu. Itu udah buat aku nangis seharian dirumah, terus mas kiki bilang gini “Gak usah nangis lagi, shalat lah, doain aja papa tu sembuh” ya allah, baru sekali tu aku liat abg aku baik sama aku, gak marah-marah sama aku, itulah saat terindah bagi aku dan abg aku. Tapi aku tetep cemas:”(
Dan Alhamdulillah sodara aku ada cerita, kalau papa gak kenapa2, Cuma make ring ajaa. Biar gak makin parah. Terus dibilang gini “kata dokter dimalaka, 99% udah tersumbat oleh lemak, tinggal 1% lagi yang tersisa, harus cepat ditangani” ya allah, 1% itu sangat dikiit banget dalam ukuran kita. Mulailah aku stress disitu, apalagi aku paling deket sama papa aku. Aku udah mulai mikir macem2, tapi nessa lah yang back up aku agar selalu berpositive thinking.  Pas papa sampe pekanbaru, papa keliatan happy aja, dan itu sangat membuat aku senang, ia terlihat bugar sekali setelah make ring. Terus mama bilang “mama emang sengaja gak mau nelpon dedek, karna mama tau ntar dedek bakal nangis lagi. Waktu sebelum berangkat aja dedek nangis kan” aku masuk kamar lagi dan nangis. Tapi aku udah bersyukur kok. Allah udah beri umur panjang sama papa aku. Makasi ya allah, aku akan selalu ingat kekuasaanMu. Dan aku juga gak mau ngebebanin papa lagi, aku gak mau buat papa sakit hati. Aku tau itu bakal buat papa malah stress, dokter bilang jangan banyak pikiran. Pokoknya pandai jaga diri aja, insya allah lah tu.
Kami sayang papa karna allah:*
Dedek sayang mama dan papa karna allah:*
Read More >>